Pertanyaan yang Sering Muncul

L-kom-Bandarlampung032---MakartiBeberapa pertanyaan yang sering muncul di Masyarakat adalah:

(1.) Apabila selama JANGKA WAKTU ASURANSI ternyata TIDAK TERJADI RISIKO? Apakah itu berarti uang iuran yang telah dibayarkan tersebut HANGUS?

Jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini adalah, memang benar bahwa tidak akan ada pengembalian uang iuran tersebut karena tidak ada risiko yang terjadi sehingga tidak ada santunan yang harus dibayarkan perusahaan asuransi kepada pemilik asuransi. Namun, iuran tersebut dapat bermanfaat bagi pemegang asuransi lainnya yang mengalami risiko (tertimpa musibah). Hal ini dikarenakan, iuran yang dibayarkan oleh semua peserta asuransi mikro akan dikumpulkan sebagai dana bersama (gotong royong) dan akan digunakan untuk membayarkan risiko atau meringankan beban bagi mereka yang tertimpa musibah. Sehingga, pada dasarnya semangat dari asuransi ini adalah saling membantu antar peserta asuransi.

Ada beberapa asuransi yang melakukan program ROP (Return of Premium) yaitu pengembalian premi kalau tidak terjadi risiko. Pada saat tidak terjadi klaim, tertanggung bisa mendapatkan preminya kembali tapi asuransi menjadi lebih mahal. Misalnya, untuk kecelakaan diri dengan premi Rp 50.000 per tahun mendapatkan santunan Rp 50 juta. Dengan program ROP, perusahaan asuransi hanya memberikan santunan Rp 10 juta untuk produk dengan premi Rp 50.000 per tahun. Artinya perusahaan perlu menyisihkan biaya risiko, biaya akuisisi, dan cadangan pengembalian premi kalau tidak terjadi klaim. Selain ROP ada juga perusahaan asuransi memberikan diskon atau NCD (No claim Discount) untuk perpanjangan asuransi, misalnya tahun perpanjangan premi Rp 50.000 cukup membayar Rp30.000

(2.) Bagaimana apabila MASA KONTRAK ASURANSI TELAH HABIS?

Jika masa kontrak atau periode asuransi mikro Anda telah habis, maka ada baiknya agar segera membeli voucher baru (sebagai polis perpanjangan) untuk jenis asuransi yang sama. Hal ini agar jenis asuransi tersebut tetap dapat terlindungi pada jangka waktu berikutnya, sehingga tidak hangus.

(3.) Apakah dimungkinkan jika MEMILIKI LEBIH DARI SATU SERTIFIKAT POLIS/VOUCHER untuk asuransi yang sama?

Hal ini dimungkinkan tergantung jenis asuransinya. Namun, pada umumnya jumlahnya tentu saja akan dibatasi untuk setiap orang untuk satu jenis asuransi.

(4.) Bagaimana jika terjadi musibah yang dijamin, DOKUMEN POKOK apa saja yang harus disiapkan dan dikirimkan agar proses penyelesaian ganti rugi bisa dilakukan dengan cepat?

Pada saat terjadi kerugian segera laporkan kepada perusahaan asuransi dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 jam setelah kejadian dengan menyertakan berbagai dokumen pokok untuk proses pengajuan santunan, diantaranya:

  1. Voucher/Sertifikat Polis yang masih berlaku sesuai jenis asuransinya. Oleh karena itu tidak boleh hilang dan sebaiknya di-foto copy agar ada duplikatnya.
  2. Copy KTP pemilik voucher atau sertifikat polis.
  3. Surat keterangan yang berwenang (sesuai dengan jenis asuransinya). Oleh karena itu perlu diperhatikan ketentuan-ketentuan khusus yang telah ditetapkan di dalam kontrak.

Apabila dalam proses pengajuan santunan terjadi perselisihan antara penerima manfaat dan perusahaan asuransi, maka disarankan hal tersebut dalam diselesaikan secara kekeluargaan atau melalui badan mediasi. Hal ini, dikarenakan jumlah santunannya relatif tidak terlalu besar dan cakupannya terbatas.