Penyalur Produk Asuransi Mikro Indonesia

s-Komunitas-02-Surabaya_1

Pengalaman internasional menunjukkan bahwa asuransi mikro paling efektif ketika melibatkan komunitas masyarakat sebagai jalur distribusi. Mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan yang luas, jalur distribusi menggunakan kelompok atau komunitas tertentu bisa jadi pilihan yang tepat. Contoh termudah adalah menggunakan lembaga keuangan mikro (LKM) seperti koperasi, atau memanfaatkan program pemerintah yangtersedia dalam bentuk penguatan ekonomi berbasis komunitas.

Distribusi penjualan asuransi mikro dapat dilakukan secara langsung oleh perusahaan Asuransi atau melalui pihak perantara dengan tidak menambah biaya akuisisi yang akan membebani tertanggung.

Saluran distribusi penjualan asuransi mikro dapat berupa badan usaha maupun lembaga atau perkumpulan non profit. Saluran distribusi yang bekerjasama dengan perusahaan asuransi harus memiliki pengetahuan yang cukup terhadap produk asuransi mikro yang dijual, serta dapat menjadi tempat pengumpulan premi maupun pembayaran klaim.

Dengan tetap memperhatikan karakteristik produk asuransi mikro, dalam hal ini “ekonomis”, produk asuransi mikro dapat dipasarkan oleh:

1. Pialang Asuransi;

2. Agen asuransi, termasuk perusahaan agen asuransi atau agen asuransi individu; dan

3. Lembaga selain perusahaan perasuransian seperti lembaga keuangan mikro, koperasi, perbankan, retailer, organisasi berbasis komunitas, dan lembaga swadaya masyarakat.

OJK akan mengatur mengenai pemasaran produk asuransi oleh pihak selain perusahaan perasuransian.Pihak yang menjual asuransi mikro wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut:

1. Penjual individu produk asuransi mikro memiliki Sertifikat Keagenan Khusus Asuransi Mikro / Asuransi Mikro syariah.

Apabila individu tersebut telah memiliki Sertifikat Keagenan Asuransi / Asuransi Syariah maka tidak perlu lagi memiliki Sertifikat Keagenan Khusus Asuransi Mikro atau Asuransi Mikro syariah.

2. Untuk penjual berupa badan hukum atau organisasi kemasyarakatan atau komunitas, di setiap kantor pusat atau di setiap kantor cabang atau di setiap kota tempat dimana badan hukum ataukomunitas tersebut beroperasi, terdapat paling sedikit satu orang yang memiliki Sertifikasi Keagenan Khusus Asuransi Mikro/ Asuransi Mikro syariah. Perusahaan perasuransian termasuk karyawan yang menjadi tanggungjawabnya, tidak wajib memiliki Sertifikat Keagenan Khusus.

Sertifikasi keagenan khusus asuransi mikro atau asuransi mikro syariah dilaksanakan dengan ketentuan:

1. Sertifikasi dapat dilakukan oleh perusahaan asuransi yang mendapatkanizin produk asuransi mikro/asuransi mikro syariah melalui pelatihan dilanjutkan dengan evaluasi kepada seluruh peserta Sertifikasi Keagenan Khusus Asuransi Mikro atau Asuransi Mikro Syariah.

2. Materi pelatihan meliputi paling kurang dasar-dasar asuransi atau asuransi syariah dan pengetahuan produk.

3. Perusahaan asuransi yang akan menyelenggarakan sertifikasi keagenan khusus asuransi mikro harus terlebih dahulu melaporkan kepada Otorias Jasa Keuangan mengenai silabus pelatihan dan kualifikasi pelatih.