Pengembangan Kapasitas Asuransi Mikro

IMG_5099

Pengembangan asuransi mikro yang inovatif dan berkelanjutan untuk memberikan customer value yang maksimal kepada masyarakat berpenghasilan rendah, memerlukan kapasitas yang cukup dari para pelakunya terutama dalam hal pengetahuan, kemampuan dan sumber daya. Untuk memberikan dukungan kepada pihak-pihak yang terkait dalam penyelenggaraan asuransi mikro maka perlu disusun sebuah strategi pengembangan kapasitas.Pengembangan kapasitas yang efektif akan sangat tergantung pada keakuratan studi dan evaluasi atas berbagai isu termasuk infrastruktur, kondisi pasar hingga kesadaran masyarakat secara umum terhadap asuransi.

a. Ruang Lingkup dan Tujuan

Dari seluruh stakeholder yang terkait dengan asuransi mikro, pemerintah, industri asuransi dan saluran distribusi adalah para pelaku utama yang akan menjadi sasaran pengembangan kapasitas. Dengan demikian, maka pengembangan kapasitas asuransi mikro adalah upaya untuk menaikkan tingkat pengetahuan dan kemampuan sumber daya di kalangan Pemerintah, industri asuransi dan saluran distribusi dalam penyelenggaraan asuransi mikro di Indonesia. Secara lebih khusus, tujuan pengembangan kapasitas asuransi mikro bagi pemerintah, industri asuransi dan saluran distribusi adalah sebagai berikut:

1. Untuk Pemerintah:

a. Meningkatkan pengetahuan mengenai asuransi mikro dan seluruh aspeknya.

b. Memberikan pemahaman mengenai regulasi asuransi mikro dan penerapannya.

c. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pengawasan terhadap penyelenggaraan asuransi mikro.

. Meningkatkan kapasitas koordinasi antar-stakeholder.

e. Memberikan ketrampilan pengukuran dampak sosial asuransi mikro.

2. Untuk industri asuransi dan saluran distribusi:

a. Memberikan pengetahuan mengenai penyusunan rencana bisnis asuransi mikro.

b. Memberikan kemampuan pengembangan produk yang sesuai dengan prinsip asuransi mikro .

c. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan distribusi dan pemasaran yang efisien.

d. Memberikan pemahaman mengenai perlindungan Konsumen.

b. Tahapan dan Bentuk Peningkatan Kapasitas

Pengembangan kapasitas Pemerintah, industri asuransi dan saluran distribusi terkait dengan pengembangan asuransi mikro dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

1. Initial Assessment

2. Penyusunan Detil Rencana Pengembangan Kapasitas

3. Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas.

Adapun bentuk-bentuk pengembangan kapasitas bagi Pemerintah, industri asuransi dan saluran distribusi adalah sebagai berikut:

1. Untuk Pemerintah:

a. workshop/ conference bertema asuransi mikro untuk meningkatkan awareness terhadap program asuransi mikro

b. Sosialisasi kepada semua instansi pemerintah yang terkait mengenai grand design asuransi mikro, termasuk di antaranya POJK serta semua perangkat aturan yang terkait apabila ada.

c. Pengawasan dan evaluasi dampak asuransi mikro baik secara finansial maupun social.

d. Rating asuransi mikro.

2. Untuk industri asuransi dan saluran distribusi:

a. Workshop/ conference bertema asuransi mikro dengan topik spesifik:

1) Perencanaan bisnis asuransi mikro.

2) Pengembangan produk asuransi mikro.

3) Penyelenggaraan distribusi dan operasional yang sederhana, cepat, efisien dan berbiaya rendah.

4) Penggunaan teknologi dalam asuransi mikro.

5) Memaksimalkan customer value.

b. Training

1) Menyiapkan trainer yang merupakan perwakilan darisetiap stakeholders.

2) Melakukan Training to Trainer yang dilakukan oleh regulator , asosiasi dan pihak terkait yang bekerjasama.

3) Menyiapkan module training, materi training dan training guideline.

4) Menyiapkan printed materi training dan tool kit.

5) Buku panduan dan buku saku untuk didistribusikan kepada stakeholders, khususnyadistributor dan target market.