Memahami Asuransi Mikro

ami

Memahami Asuransi (hal. 20-27)

Definisi asuransi
Secara umum, definisi atau pengertian asuransi adalah suatu cara untuk memindahkan risiko dengan membayar sejumlah uang atau premi kepada perusahaan asuransi.

Asuransi berbeda dengan kegiatan sosial dan umumnya besaran premi (biaya transfer risiko) jauh lebih kecil daripada besaran ganti rugi/santunan yang akan diberikan oleh perusahaan asuransi. Dalam menjalankan usahanya, perusahaan asuransi memang mengikuti prinsip the law of large number (hukum bilangan besar). Artinya perusahaan asuransi bisa beroperasi karena mereka mengumpulkan risiko-risiko sejenis. Semakin besar jumlah risiko sejenis yang diambil alih, biaya transfernya pun akan semakin murah.

Prinsip Dasar Asuransi

Selain itu ada beberapa prinsip dasar asuransi lainnya, yaitu:

  •    Insurable interest artinya seseorang bisa mengasuransikan karena memiliki hak secara sah atas objek yang akan diasuransikan. Orang tersebut membayar premi, karena memiliki kepentingan kalau terjadi kerugian.
  •    Utmost good faith mengharuskan adanya keterbukaan atas fakta material terhadap objek yang akan diasuransikan baik oleh pihak Penanggung ataupun Tertanggung. Harus ada azas kepercayaan dari kedua belah pihak sebelum, selama, dan pada saat terjadi klaim.
  •    Proxima Causa berarti asuransi hanya akan memberi ganti rugi/santunan, apabila penyebab kerugian dijamin oleh asuransi.
  •    Indemnitas artinya asuransi akan memberi ganti rugi sebesar kerugian yang diderita. Prinsip indemnitas tidak diterapkan khusus untuk asuransi yang menyangkut jiwa. Ada beberapa keterangan untuk prinsip indemnitas ini yaitu:
  •    Kontribusi program asuransi bisa dijamin oleh beberapa asuransi dan bilamana terjadi kerugian, maka yang menjamin akan membayar ganti rugi secara proporsional.
  •    Subrogasi kewajiban perusahaan asuransi membayar ganti rugi, membuat perusahaan asuransi juga berhak menuntut pihak lain yang menjadi penyebab kerugian.

Istilah Asuransi

Untuk lebih memahami lagi mengenai asuransi, ada beberapa istilah yang harus diketahui, yaitu:

  1. Penanggung adalah perusahaan asuransi yang memiliki produk asuransi
  2. Tertanggung yaitu sebutan untuk para pembeli atau pengguna asuransi
  3. Polis adalah dokumen yang memuat kontrak asuransi dimana dalam polis tersebut terdapat beberapa keterangan atas berapa besar premi, klaim, periode pertanggungan yang disepakati antara penangggung dan tertanggung di atas materai. Dalam asuransi mikro polis disebut voucher/sertifikat
  4. Premi yaitu besarnya biaya atau iuran yang harus dibayarkan oleh pembeli asuransi atau pengguna asuransi. Dalam asuransi mikro iuran
  5. Klaim adalah besarnya ganti/rugi atau santunan sebagai akibat terjadinya risiko yang dijamin oleh perusahaan asuransi. Dalam asuransi mikro santunan
  6. Periode pertanggungan adalah jangka waktu yang disepakati atas masa berlakunya asuransi
  7. Syarat-syarat dan ketentuan dalam asuransi adalah berbagai ketentuan yang harus ditaati oleh kedua pihak (baik tertanggung dan penanggung) selama periode asuransi berlaku
  8. Dokumen klaim/santunan yaitu terdiri atas beberapa dokumen yang harus diserahkan pada waktu mengajukan tuntutan klaim atas pergantian ganti/rugi atau santunan
  9. Pihak yang berwenang adalah pihak-pihak yang ditentukan untuk memberikan legalisasi atas suatu tuntunan
  10. Jenis asuransi adalah macam-macam pertanggungan yang dijual di masyarakat

Jenis Asuransi

Jenis asuransi yang umumnya bisa kita dapatkan dalam praktek dibagi menjadi 2

  1. Asuransi Jiwa adalah asuransi yang menyangkut jiwa manusia yang umumnya bisa dalam bentuk: Asuransi kecelakaan diri, asuransi kesehatan, asuransi jiwa (terms assurance, Endowment assurance, Whole life assurance) dan asuransi pemakaman
  2. Asuransi Umum atau Non Life, umumnya dalam bentuk asuransi sejumlah uang untuk mengganti kerugian yang diderita oleh Tertanggung yang menyangkut diri pribadi (asuransi kecelakaan diri dan asuransi kesehatan) dan asuransi pemakaman kalau meninggal karena kecelakaan) dan asuransi yang menyangkut harta benda dan usaha seperti asuransi kebakaran, kendaraan,perkapalan, penerbangan, pengangkutan, pembangunan, uang, pertanian, peternakan dan nelayan

Disamping dua kelompok asuransi tersebut, juga bisa dibedakan mengenai sistem yang dipakai oleh perusahaan asuransi baik jiwa maupun umum, yaitu dengan sistem atau pola konvensional atau pola syariah, dimana dengan sistem syariah perusahaan asuransi menjadi tempat pengelolaan dana dan setelah dalam periodenya akan dilakukan pola bagi hasil sesuai dengan kesepakatan (akad) yang dipakai.

Program asuransi untuk berbagai kegiatan misalnya:

  1. Asuransi pembangunan pabrik dikenal nama asuransi Contractor All risks Insurance
  2. Asuransi pemasangan mesin dalam pabrik dikenal nama asuransi Erection All Risks insurance
  3. Asuransi untuk komputer dan alat electronik lainnya dikenal nama “Electrical equipment Insurance”
  4. Asuransi untuk kerusakan mesin dikenal asuransi “Machinery breakdown”
  5. Asuransi untuk risiko kebongkaran (bukan kehilangan) karena harus ada unsus kekerasan disebut asuransi “Burglary”
  6. Asuransi pengangkutan barang disebut “Cargo insurance”, pengangkutan darat, laut dan udara
  7. Asuransi yang menyangkut hilangnya uang dalam brankas (cash in safe), asuransi uang dalam kotak penyimpanan (cash in cashier box) dan asuransi uang dalam pengiriman ( cash in transit)
  8. Asuransi khusus untuk bangunan di pasar atau bangunan pasar itu sendiri, di Indonesia dikenal asuransi konsorsium risiko khusus (KARK)
  9. Asuransi kendaraan berat atau alat berat disebut “Heavy equipment insurance” dan peralatan-peralatan seperti traktor dan lainnya umumnya disebut Contractor Plant and Machinery insurance.
  10. Asuransi untuk kapal dan pesawat disebut Hull insurance and Aviation insurance.
  11. Asuransi konvensional lainnya bisa dibuat secara khusus sesuai kepentingan tertanggung (tailor made).