Grand Design OJK

Klik link berikut untuk DOWNLOAD FILE PDF

Pendahuluan

Dokumen ini adalah Grand Design Pengembangan Asuransi Mikro Indonesia yang dihasilkan oleh Tim Pengembangan Asuransi Mikro – Otoritas Jasa Keuangan (Tim),sebuah tim yang dibentuk untuk mengkaji,mengembangkan dan mengimplementasikan asuransi mikro dan asuransi mikro syariah diIndonesia. Anggota tim dimaksud berasal dari Otoritas Jasa Keuangan, Asosiasi AsuransiAsuransi Umum Indonesia, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia, dan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia.

Dokumen Grand Design Pengembangan Asuransi Mikro Indonesia ditujukan untuk memberikan acuan bagi Tim, OJK,asosiasi dan para pelaku industri dalam upaya mengembangkan dan mendukung implementasi asuransi mikro dan asuransi mikro syariah di Indonesia. Di dalam masyarakat saat ini terdapat lembaga atau komunitas yang menjalankanprogram yang menjanjikan jaminan ataumanfaat dalam hal terjadi kejadian tertentu,dengan syarat, kondisi dan nilai santunan yangdapat disamakan dengan program asuransimikro. Cakupan Asuransi Mikro Indonesiadalam dokumen ini tidak termasuk program-program tersebut.

Perlunya Asuransi Mikro diIndonesia

Saat sesuatu yang buruk terjadi dalam hidup,sebagian orang memiliki tabungan atauperlindungan asuransi sebagai dukunganuntuk memulihkan kondisi keuangan paskakejadian. Faktanya, hanya sebagian kecil orangyang menyisihkan uang dengan menabung,apalagi membayar premi asuransi. Surveikeuangan yang dilakukan Bank Dunia tahun2009 menunjukkan bahwa 32 % orangIndonesia tidak memiliki simpanan untukberjaga-jaga jika sesuatu yang buruk terjadipada mereka, apalagi perlindungan asuransi.Dalam situasi ini, dapat dibayangkankonsekuensi terjadinya hal yang buruk ataubencana,misalnya:

(1) kematian pencari nafkah sebuah keluargamiskin;

(2) saat anak dari rumah tangga miskin jatuhsakit dan memerlukan biaya untuk rumah

sakit;

(3) kebakaran yang menghanguskan rumahkeluarga miskin;

(4) gagal panen karena cuaca buruk,kekeringan atau banjir.

Bencana tersebut mengancam kelangsunganhidup rumah tangga miskin, dan dapatmenyebabkan mereka menjadi lebih miskindari sebelumnya. Saat ini, sepertiga pendudukIndonesia, atau sekitar 77 juta orang, belummemiliki simpanan ataupun asuransi sebagaiperlindungan jika sesuatu yang burukmenimpa mereka. Untuk kasus-kasus di atas,penggunaan ‘asuransi mikro’ dapat menjadijawaban yang tepat.