Edukasi dan Sosialisasi Asuransi Mikro Indonesia

k-KUPANG-KOM-mengisi-kuesioner---Noelbaki

Asuransi mikro perlu diperkenalkan kepada seluruh pemangku kepentingan melalui sosialisasi/edukasi agar tumbuh pemahaman dan kesadaran berasuransi. Edukasi/sosialisasi paling kurang mencakup tiga hal, yaitu manfaat asuransi mikro, cara memperoleh produk asuransi, dan cara pembayaran premi dan klaim.

Dengan memahami halhal dimaksud, diharapkan masyarakat berpenghasilan rendah dapat memanfaatkan produk asuransi mikro secara tepat sesuai dengan kebutuhannya. Kegiatan edukasi dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi, meliputi below the line dan above the line atau off line dan on line.

Kegiatan edukasi dimaksud dilakukan berkerjasama dengan media massa, asosiasiasosiasi terkait, lembaga pendidikan, instansi/lembaga pemerintah pusat dan daerah, lembaga keuangan dan non keuangan, LSM, donor dan lembaga intermediasi lainnya yang terkait dengan upaya untuk mensejahterakan masyarakat berpenghasilan rendah.

Untuk dapat melaksanakan sosialisasi secara tepat guna, kegiatan sosialisasi harusdidahului dengan persiapan yang baik, paling kurang mencakup: (1) observasi/pengenalan masyarakat, (2) pelaksanaan evaluasi atas hasil observasi, serta (3) penyusunan strategi dan alat sosialisasi yang sesuai dengan karakteristik masing-masing segmen masyarakat. Pengenalan masyarakat dapat dilakukan dengan mempelajari dokumen maupun diskusi/wawancara dengan beberapa pihak.

Diskusi / wawancara dapat dilakukan terhadap pejabat pemerintah seperti pemda, kecamatan, dan desa. Selain itu, diskusi / wawancara juga perlu dilakukan dengan tokoh masyarakat / pimpinan kelompok nonformal, seperti kelompok kesenian, kelompok arisan, kelompok tani, karang taruna, wanita tani, dan kelompok keagamaan. Beberapa bentuk edukasi yang perlu dilakukan meliputi:

a. Kampanye nasional pengenalan asuransi mikro

1) Penetapan hari Asuransi Mikro Indonesia yang diperingati setiaptahun. Tanggal 17 Oktober sebagai hari peluncuran (launching) asuransimikro diusulkan untuk ditetapkan sebagai Hari Asuransi Mikro Indonesia yang diperingati oleh regulator, industri dan masyarakat luas.

2) Dalam jangka menengah dan panjang, dengan bekerja samadengan kementerian yang menangani pendidikan dan pihak terkait lainnya, pengetahuan mengenai asuransi mikro akan dimasukkan kedalam kurikulum pendidikan.

3) Melakukan sinergi dengan program kerja kementerian/lembaga pemerintah dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat, misalnya Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Peranan Wanita, Kementerian Kesejahteraan Rakyat, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Perikanan dan Kelautan, Kementerian Pertanian, dan Kehutanan.

4) Melakukan kegiatan promosi di media massa dan ruang terbuka sebagai berikut:

• Pemasangan iklan cetak dan elektronik secara berkala, baik skala nasional maupun lokal. Penggunaan media lokal diperlukan mengingat target pasar asuransi mikro mencakup wilayah yang sangat luas dengan karakteristik masyarakat yang berbeda-beda.

• Pemasangan billboard, poster, spanduk dan umbul-umbul di ruang publik.

• Distribusi poster, spanduk, brosur di lembaga atau institusi yangmenjadi pusat informasi dan distributor asuransi mikro.

• Press release di media massa.

5) Kegiatan kampanye kepada target masyarakat tertentu, misalnya:

• Seminar di daerah-daerah.

• Penyelenggaraan baksos dan gerak jalan santai.

• Pelatihan kepada para wartawan untuk membantumengkomunikasikan asuransi mikro kepada masyarakat secara cepat, benar dan tepat.

• Berpartisipasi dalam event-event nasional dan internasional.

b. Penggunaan moto, logo, jingle dan sarana pengenal program asuransi mikro

1) Moto

Untuk memudahkan pengenalan dan sosialisasi asuransi mikro serta menumbuhkan kesadaran asuransi mikro di kalangan masyarakat perludibuatkan tag line atau slogan asuransi mikro yang simple, singkat dan mudah dipahami. Moto dariasuransi mikro adalah “AMAN DAN SEJAHTERA”.

2) Logo

Agar asuransi mikro mudah dikenal masyarakat luas, perlu dibuatlogo khusus yang disebut logo Asuransi Mikro Indonesia. Logo ini mencerminkan upaya pencapaian kesejahteraan di masa depan dan merefleksikan target pasar program asuransi mikro yaitu kalangan masyarakat berpenghasilan rendah. Sebagai alat pengenal program asuransi mikro, logo Asuransi Mikro Indonesia dicantumkan dalam setiap bentuk komunikasi asuransi mikro oleh regulator, para penyedia asuransi mikro dan seluruh stakeholder asuransi mikro misalkan pada leafletproduk, pada banner dan backdrop acara, tayangan iklan dan sebagainya. Logo Asuransi Mikro Indonesia adalahsebagai berikut:

Adapun makna dari logo asuransi mikro dan asuransi mikro syariah dimaksud dapat diuraikan sebagai berikut:

• Acungan jempol menunjukkan program asuransi mikro yang aman dan terjamin

• Senyum menandakan kepuasan layanan

• Orang berpeci dan berbaju batik menunjukkan jati diri bangsa Indonesia

• Lingkaran merah memutar sebagai simbol inklusifitas

3) Kode Nama Produk

Untuk memudahkan masyarakat mengenal dan mengetahui produk asuransi mikro yang dipasarkan oleh penyedia jasa, nama produk harus memiliki kode khusus. Kode khsusus untuk penamaan produk asuransi mikro adalah Asuransi Mikro(disingkat AM) dan Asuransi Mikro Syariah (AMS). Sebagai contoh adalah produk “AM Sejahtera”.

4) Jingle

Jingle adalah lagu pendek mengenai asuransi mikro yang dibuat untuk materi sosialisasi dan promosi dimedia elektronik baik media radio, televisi, dan kegiatan sosialisasi atau promosi dalam dan luar ruang.Jingle Asuransi Mikro Indonesia dikemas untuk memberikan penekanan mengenai programasuransi mikro dan ditujukan untuk menarik minat masyarakat luas mengenai asuransi mikro ini.

5) Duta/Ambasador

Duta Asuransi Mikro Indonesia adalah orang, umumnya adalah tokohmasyarakat yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat berpenghasilanrendah dan asuransi mikro, yang ditunjuk untuk mempromosikan asuransi mikro. Duta Asuransi Mikro Indonesia dengan pengaruh dan modal sosial yang dimilikinya berperan untuk menyebarluaskan

informasi mengenai asuransi mikro dalam kesempatan-kesempatan workshop dan acara asuransi mikro di tanah air.

6) Website (bilingual)

Karena internet saat ini sudah mencapai seluruh pelosok nusantara dan dapat diakses dengan mudah dan cepat, maka perlu dibuatkan website Asuransi Mikro atau menambahkan informasi Asuransi Mikro padawebsite yang ada.

7) Pusat Layanan

Membuat kontak atau hot line center khusus Asuransi Mikrountuk memudahkan stakeholders mendapatkan informasi, memberi respon dan tanya jawab.