Menaker Hanif akan Segera Urus Asuransi Bagi 2 TKW yang Tewas di Malaysia

0
801

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menerima kedatangan kedua orang tua TKW asal NTT yang tewas di Malaysia. Kedua TKW tersebut diduga menjadi korban human trafficking atau tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Kedua TKW tersebut bernama Yufrida Selan dan Dolfina Abuk. Dugaan terjadinya TPPO terhadap keduanya karena terjadi perubahan identitas pada berkas mereka.

“Kasus yang terjadi di NTT rata-rata identitas korbannya dipalsukan. Yufrinda semua identitasnya dipalsukan. Dolfina Abuk agamanya dipalsukan,” ujar mahasiswa asal NTT, Ino Naitio di Kementerian Ketenagakerjaan, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa (27/9/2016).

Ino ikut mendampingi Metusalak Selan selaku bapak kandung Yufrida dan Petrus Bouk selaku bapak kandung Dolfina untuk bertemu dengan Menaker Hanif. Akibat perubahan identitas tersebut, kedua orang tua Yufrida dan Dolfina tidak bisa mengurus asuransi kerja anaknya.

“Asuransi Yufrida belum bisa dicairkan karena identitasnya diubah,” ujar Karsiwen dari Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia di lokasi yang sama.

Menanggapi hal ini, Hanif mengatakan akan mengurus proses pengurusan asuransi secepatnya. Ia mengatakan tidak akan mempersulit proses tersebut bila data yang diajukan sudah lengkap.

“Asuransi akan diproses secepatnya. Berkasnya bisa diserahkan kepada staf saya. Prosesnya tidak akan dipersulit selama data lengkap,” ujar Hanif.

Hanif menambahkan bahwa kasus yang dialami oleh Yufridan dan Dolfina bukanlah kasus pertama yang terjadi soal buruh migran. Habif mengimbau kepada para TKI untuk tetap memperhatikan kelengkapan berkas ketika hendak bekerja di luar negeri. Sebab, hal ini dapat menjadi landasan hukum ketika akan menuntut hak seperti asuransi.

“Terkait apakah sesuai dengan peraturan dan memiliki dokumen yang lengkap, karena dokumen juga nantinya akan berhubungan dengan hak. Selama ini orang menganggap, kalau sudah punya paspor, orang dapat pergi,” katanya.

Mabes Polri sudah mengusut kasus TPPO yang melibatkan korban dari NTT. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan sudah ada 14 tersangka yang diamankan Polri.

“Dalam waktu kurang lebih dua minggu, jaringan TPPO di NTT ini dapat diungkap Polri. Ada 14 (tersangka) kita tahan,” ujar Tito di Rupatama Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/8) lalu.

Selain itu, kata Tito, sekitar 30 korban dari NTT dengan berbagai modus operandi juga berhasil diselamatkan.
(rvk/rvk)

Sumber: Detik

LEAVE A REPLY