Praktik Culas Asuransi SIM

0
1137

Keberadaan loket PT Asuransi Bhakti Bhayangkara (ABB) di tempat pembuatan surat izin mengemudi (SIM) seluruh Indonesia dipertanyakan. Meski tidak wajib, keberadaannya yang masuk ke loket pembuatan SIM menggiring masyarakat untuk wajib membuat asuransi ke PT ABB.

Di Kantor Satuan Pelaksana Administrasi SIM (Satpas) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, misalnya. Ada loket khusus pembuatan asuransi yang dikelola PT ABB. Letaknya dalam satu area gedung pembuatan SIM di sana. Loket itu masuk urutan loket 27. Memang tak ada tulisan PT ABB di depan loket itu, tapi produk kartu asuransi itu bertuliskan label PT ABB.

Tidak ada produk dari perusahaan asuransi lainnya di loket itu maupun loket lainnya. Pemohon SIM dikenai biaya premi sebesar Rp30 ribu untuk lima tahun atau sepanjang masa berlaku SIM.

“Itu tidak wajib. Diserahkan semua ke masyarakat yang mengurus. Tidak harus untuk dibuat dan bukan masuk persyaratan,” tegas Pamin SIM Polda Metro Jaya Iptu Iwa Awaludin saat ditemui di kantornya, beberapa hari lalu.

Berdasar pantauan Media Indonesia di sana, yang terjadi justru sebaliknya. Andika, 25, seusai membayar biaya administrasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp100 ribu untuk pembuatan SIM C baru, langsung diarahkan petugas ke loket asuransi.

“Iya tadi diarahin ke loket asuransi, lalu bayar Rp30 ribu,” kata warga Kapuk, Jakarta Barat, itu.

Dalam proses pembuatannya, ia hanya menunggu di depan loket sembari mengisi form biodata. Tak ada penjelasan ihwal kegunaan asuransi tersebut. “Saya pikirnya masuk prosedur membuat SIM,” terangnya.

Wahyu, 22, pemohon SIM lainnya pun sempat bingung dengan kegunaan asuransi itu. Ia mengatakan petugas di loket hanya menyebut untuk asuransi kecelakaan. “Cuma itu saja, enggak tahu berapa biaya klaim yang didapat kalau terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Warga Palmerah, Jakarta Barat, itu mengaku takut bertanya soal biaya asuransi itu. Kawatir nanti malah dipersulit dan pemohonan SIM ditolak. “Kalau tidak wajib, kenapa diarahkan?” tanya Wahyu.

Suasana serupa juga dijumpai di Satpas Jakarta Timur. Loket asuransi PT ABB tidak sulit ditemukan karena berdiri di seberang loket entry data. Di kaca loket, terpampang kertas bertuliskan ‘Asuransi Rp30 ribu’.

Salah satu petugas di satpas di sana, Aiptu Muhtadi, menerangkan bahwa asuransi dari PT ABB tidak wajib dimiliki pemohon jika sudah memiliki asuransi sendiri.

“Pemohon tinggal bilang saja kalau sudah punya asuransi. Kalau belum, kami wajibkan,” katanya, Selasa 27 September 2016.

Sebelum membayar biaya premi asuransi, pemohon harus membayar biaya administrasi SIM yang ingin diperpanjang. Di loket itulah nantinya pemohon diminta untuk mendatangi loket asuransi dan setelahnya menunggu dipanggil ke ruang identifikasi.

rmansyah, salah seorang pemohon SIM di Satpas Jakarta Timur, tidak tahu bahwa biaya asuransi tidak diwajibkan. Ia justru mengangap biaya asuransi PT ABB merupakan syarat wajib pembuatan SIM.

Dia juga tidak bertanya ke petugas apakah boleh jika tidak membayar premi asuransi. Ari, pemohon lainnya, mengatakan hal yang sama seperti Irmansyah bahwa asuransi PT ABB merupakan syarat mendapatkan SIM.

Suasana berbeda di Pelayanan SIM Keliling Gedung Kantor Pos Jalan Lapangan Banteng No 1, Jakarta Pusat. Ronggo, 27, warga Bintaro yang mengurus perpanjangan SIM di sana, mengaku tidak ditawari asuransi apa pun.

Yana, petugas asuransi PT ABB di pelayanan keliling, mengatakan asuransi ABB tidak dipaksakan. Hanya warga yang bersedia yang diberikan kartu asuransi ABB.

Yana menjelaskan, prosedur klaimnya sama dengan perusahaan asuransi swasta lain. Untuk prosedur lebih detailnya, ia menyarankan agar ditanyakan langsung ke kantor PT ABB di Jalan Palatehan No 5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Klaim sama seperti asuransi pihak swasta. Hanya dengan menyertakan ada surat kepolisian dan surat dokter dari rumah sakit,” kata Yana.

Sumber: Metro tv

LEAVE A REPLY