Asuransi Ternak Sapi, Jasindo Bukukan Premi Rp200 Juta

0
835

Jakarta – PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) telah membukukan perolehan premi hingga Rp200 juta dalam implementasi program pemerintah, asuransi usaha ternak sapi.

Sahata L. Tobing, Direktur Operasi Ritel PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), mengungkapkan realisasi premi tersebut terbilang signifikan karena baru mulai dipasarkan pada bulan lalu.

“Produk asuransi program pemerintah ini telah menghasilkan premi sekitar Rp200 miliar,” ungkapnya kepada Bisnis, Selasa (14 Juni 2016).

Sahata menjelaskan pihaknya optimistis mampu meraup premi yang lebih signifikan dalam pemasaran produk ritel tersebut.

Pasalnya, Jasindo dinilai telah memiliki pengalaman memasarkan produk asuransi ritel serupa yang juga menjadi program pemerintah, yakni asuransi usaha tani padi.

Sahata mengatakan pihaknya mulai memasarkan produk AUTS dengan subsidi pemerintah di sentra-sentra peternakan di Jawa Timur. Produk itu pun dinilai cukup mendapat respon positif dari masyarakat.

“Ke depan sejumlah daerah lain yang akan menjadi sasaran awal program percontohan pemerintah itu, antara lain Jawa Tengah dan Kalimantan Barat,” ungkapnya.

Seperti diketahui, implementasi program strategis AUTS yang didorong Kementerian Pertanian bersama Otoritas Jasa Kesehatan dipastikan tanpa dukungan konsorsium perusahaan asuransi pada tahun ini.

Kementerian Pertanian (Kementan) menunjuk BUMN asuransi umum, Jasindo, sebagai pelaksana tunggal program tersebut sepanjang 2016.

“Untuk tahun ini, sementara Jasindo saja yang melaksanakan,” kata Direktur Pembiayaan Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Mulyadi Hendiawan kepada Bisnis.

Mulyadi menjelaskan sepanjang 2016 program asuransi ternak sapi akan ditujukan kepada 120.000 ekor ternak sapi. Implementasi produk ini pun bakal mendapatkan dukungan pemerintah melalui subsidi premi sebesar 80%.

Selain itu, Mulyadi mengungkapkan Kementan juga telah menetapkan nilai premi untuk produk asuransi ini, yakni senilai Rp200.000 per sapi.

Dengan begitu, petani atau peternak nantinya hanya akan membayarkan premi senilai Rp40.000 untuk setiap ternaknya.

Setiap ternak sapi bakal dilindungi terhadap risiko kematian dalam jangka waktu setahun dengan nilai pertanggungan Rp10 juta.

“Jadi, pembayaran premi sebesar Rp160.000 akan disubsidi pemerintah,” ujarnya.

Adapun, pemerintah akan memberikan subsidi senilai Rp19,2 miliar dari APBN 2016 untuk program tersebut.

LEAVE A REPLY