Melambat, Industri Asuransi Jiwa Bayar Klaim Capai Rp72,57 Triliun

0
678

Industri asuransi jiwa telah membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp72,57 triliun sepanjang 2015. Angka itu melambat sebesar 2,8 persen bila dibanding Rp74,65 triliun di kuartal IV-2014.

“Industri asuransi jiwa tetap menunjukkan komitmen dalam melakukan tanggung jawabnya dalam membayarkan klaim dan manfaat. Meski ada perlambatan 2,8 persen untuk pembayaran klaim dan manfaat,” ucap Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim, ditemui di Kantor Pusat AAJI, Jakarta, Rabu (23/3/2016).

Hendrisman menyebutkan, proporsi terbesar pembayaran klaim dan manfaat merupakan klaim nilai tebus (surrender) yang mencapai 48,4 persen. ‎Klaim nilai tebus meningkat sebesar empat persen, jika dibandingkan tahun sebelumnya mencapai Rp35,12 triliun.

Perlambatan ekonomi, menurut Hendrisman, juga mempengaruhi keputusan nasabah dalam mengajukan klaim penebusan, agar tersedia dana tunai untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan hidup. Proporsi kedua terbesar pembayaran klaim adalah klaim penarikan sebagian (partial withdrawal) yang berkontribusi sebesar 17,4 persen terhadap total klaim dan manfaat  yang dibayarkan pada kuartal IV-2015.

“Klaim penarikan sebagian tersebut mengalami penurunan sebesar 27,9 persen, menunjukkan bahwa program edukasi yang disusun oleh AAJI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mulai menunjukkan hasil sehingga masyarakat Indonesia mulai memahami tujuan proteksi jangka panjang dari produk asuransi jiwa,”‎ jelas Hendrisman.

Sementara itu, Ketua Bidang Keuangan, Keanggotaan dan Kepatuhan AAJI Edy Tuhirman menambahkan jumlah ‎tertanggung industri asuransi jiwa tercatat tumbuh 2,3 persen menjadi  54,96 juta orang dari 53,73 juta orang pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kenaikan total tertanggung, baik individu maupun kumpulan, semakin menunjukkan masih  tingginya kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi jiwa sebagai sektor yang dapat memberikan jaminan perlindungan jangka panjang. Di sisi lain, hal ini juga sekaligus menunjukkan optimisme pasar terhadap perbaikan ekonomi yang dipercaya akan turut berdampak positif terhadap asuransi jiwa di Indonesia ke depannya,”‎ tutup Edy.

Sumber: metrotvnews.com

LEAVE A REPLY