Pelemahan Ekonomi Pengaruhi Pendapatan AAJI

0
732

ASOSIASI Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat kinerja positif pada kuartal I tahun ini. Total pendapatan naik 15,9% dari kuartal I tahun lalu, yakni menjadi Rp44,8 triliun. Total pendapatan premi juga naik dari Rp25,65 triliun menjadi Rp32,95 triliun atau naik 28,5%. Namun, dari total pendapatan itu, hasil investasi AAJI sepanjang kuartal I tahun ini tercatat turun sebesar 12,5% dari Rp11,93 triliun menjadi Rp10,44 triliun.

Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim mengatakan turunnya hasil investasi itu disebabkan oleh kurang bergairahnya pasar modal pada kuartal I tahun ini ketimbang tahun lalu. Pada kuartal I tahun ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) tercatat tumbuh 5,5%. Sementara pada periode yang sama tahun lalu tercatat tumbuh 11%. “Pada tahun lalu pertumbuhan indeks ditopang oleh investasi, khususnya pemilu dan derasnya dana asing,” kata Hendrisman di Gedung AAJI, Jakarta, Kamis (4/6).

Di samping itu, lemahnya perekonomian nasional sepanjang kuartal I tahun ini yang didukung oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tidak sesuai harapan konsesi, yakni hanya 4,7% juga membuat hasil investasi turun ketimbang tahun lalu. Fluktuasi harga BBM dan inflasi juga turut mempengaruhi.

Hendrisman sendiri menilai kuartal II tahun ini pendapatan AAJI masih akan bertumbuh ketimbang kuartal II 2014. “Selama dua bulan ini, saya lihat bagus. Kita nasih optimis pendapatan sampai akhir tahun akan naik 10%,” tuturnya.

Dari sisi klaim, total klaim di perusahaan asuransi dari AAJI juga mengalami peningkatan besar. Bila dibandingkan dengan kuartal I 2014, pada kuartal I tahun ini total klaim yang dibayarkan naik 57,8% atau senilai Rp22,64 triliun dari Rp14,35 triliun.

Ketua Bidang Aktuaria dan Underwriting AAJI Budi Tampubolon mengatakan dari seluruh klaim, yang paling besar adalah klaim jatuh kontrak yang mencapi 70,7% dari periode yang sama tahun lalu. Klaim meninggal dunia naik 17,6%, klaim plosi ditebus (surrender) naik 69,5%, klaim penarikan sebagian naik 61%, dan klaim medical naik 37,9%.

Budi menuturkan pembayaran klaim penarikan sebagian terjadi karena adanya pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS. Nilainya pembayarannya menjadi Rp6,41 triliun.

“Polis ga dilanjutkan karena kondisi kurs yang lemah. Jadi mau profit taking untuk polis yang dalam dolar AS,” kata Budi
Meski demikian, polis dalam bentuk rupiah diklaim Budi masih menjadi mayoritas yang digunakan oleh para nasabah.

Kepala Departemen Komunikasi Ninik Sumohandoyo kesadaran masyarajat Indonesia memiliki asuransi jiwa semakin tinggi. Itu dilihat dari jumlah tertanggung perusahaan-perusahaan AAJI yang naik 29,1%, atau dari 42,45 juta menjadi 54,66 juta ketimbang kuartal I tahun lalu.
Ia juga menyoroti adanya peningkatan tenaga pasar berlisensi sebesar 25,4% pada kuartal I tahun ini ketimbang periode yang sama tahun lalu. Jumlah agen berlisensi itu pada kuartal I 2015 mencapai 432.219 orang.

Ninik mengatakan peran agen sangat besar dalam pendulangan pendapatan perusahaan asuransi. Pemasaran lewat keagenan berkontribusi sebesar 44,1% terhadap total pendapatan premi. Sementara bancassurance berkontribusi 35,6%.

“Kita optimis 500 ribu agen tercapai akhir tahun ini. Kita akan promosi di berbagai saluran dan melalui job fair di perguruan tinggi di Indonesia,” imbuh Ninik. (Q-1)

Intisari: Sepanjang kuartal I tahun 2015 hasil investasi AAJI tercatat turun sebesar 12,5% dari Rp11,93 triliun menjadi Rp10,44 triliun.

Sumber: www.mediaindonesia.com

Tanggal: Kamis, 4 Juni 2015