Asuransi pertanian sebagai alternatif mengatasi risiko usaha tani menuju pertanian berkelanjutan

0
1454

Sebagai usaha yang penuh risiko, pertanian perlu mendapat perlindungan dari peluang kegagalan. Salah satu alternatifnya ialah dengan menerapkan asuransi pertanian. Hal ini dikarenakan sektor pertanian merupakan pasar yang belumtergarap oleh sektor asuransi. Asuransi pertanian memiliki tujuan sosial dankebijakan. Program asuransi pertanian merupakan suatu institusi ekonomi guna pengelolaan risiko yang dihadapi petani.

Salah satu tujuannya ialah untuk menstabilkan pendapatan petani melalui pengurangan tingkat kerugian yangdialami petani karena kehilangan hasil. Meskipun pelaksanaannya cukup sulit, bukan berarti tidak ada harapan. Beberapa negara telah menerapkan asuransi pertanian dan terbukti sukses. Asuransi pertanian di Indonesia yang berencanadiimplementasikan pada tahun 2014 merupakan suatu hal yang perlu di dorongdengan berbagai kajian akademis sehingga dalam pelaksanaannya tidak menuaikegagalan tapi berbuah kesuksesan.

Asuransi pertanian sangat penting karenamemberikan perlindungan serta rasa aman dalam berusaha tani sehinggamendorong dan memotivasi petani agar mampu meningkatkan produktifitas hasil pertanian yang sering mengalami berbagai permasalahan yang tidak terduga dansulit diatasi. Asuransi pertanian merupakan sebuah strategi untuk mengatasiancaman keberlanjutan pertanian di Indonesia dengan memberikan perlindungan bagi para petani sekaligus solusi agar petani keluar dari poverty trap sehingga petani dapat mandiri, produktif, sejahtera sehingga mampu memberi kontribusi bagi tercapainya pembangunan suatu bangsa.

Pertanian merupakan salah satu usaha yang rawan terhadap dampak negatif perubahan iklim, seperti banjir dan kekeringan yang dapat menyebabkangagal panen. Jika tidak diantisipasi dengan tepat, hal ini berpotensi melemahkanmotivasi petani untuk mengembangkan usaha tani, bahkan dapat mengancamketahanan pangan.

Kemampuan petani beradaptasi terhadap perubahan iklimterkendala oleh modal, penguasaan teknologi, dan akses pasar. Pendekatankonvensional dengan menerapkan salah satu atau kombinasi strategi produksi, pemasaran, finansial, dan pemanfaatan kredit informal diperkirakan kurangefektif. Oleh karena itu diperlukan sistem proteksi melalui pengembanganasuransi pertanian terutama untuk padi.

Pembahasan dan penyempurnaan Draft Rancangan Undang-Undang(RUU) tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani antara lain menyebutkanuntuk melindungi petani dari gagal panen akibat kekeringan, banjir ataupunserangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Kementerian Pertanianmenargetkan program asuransi pertanian dapat dijalankan mulai tahun 2014.Secara sistem, Kementerian Pertanian telah melakukan uji coba di tiga provinsidengan menggandeng perusahaan asuransi PT Jasindo (Jasa Indonesia).

Kriteriayang ditetapkan untuk asuransi pertanian yaitu petani maksimal lahannya seluasdua hektar dengan tingkat puso atau gagal panen seluas 75 persen dengan targetsebaran di 17 provinsi sentra produksi padi di Indonesia.Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan uji coba asuransi pertaniansebagai upaya memberikan perlindungan jika petani mengalami gagal panen,dengan memberikan ganti rugi keuangan sebagai modal kerja usaha tani untuk penanaman berikutnya. Skala
pilot project asuransi diujicobakan untuk tanaman padi seluas 3.000 hektar dengan lokasi Jawa barat, Jawa Timur, dan SumateraSelatan.

Uji coba ini melibatkan partisipasi BUMN Pertanian. Dengan polakemitraan, BUMN memfasilitasi pembiayaan premi asuransi sebesar 80 persen,sedangkan 20 persen sisanya menjadi tanggungan petani. Sebagai contoh awal, premi asuransi ditetapkan sebesar Rp 180.000 per hektar dimana sekitar Rp 144.000 ditanggung BUMN pupuk dan sisanya sebesar Rp 36.000 menjaditanggungan petani. Dengan premi sebesar itu apabila petani gagal panen (puso),maka dia akan mendapatkan santunan sebesar Rp 6.000.000 per hektar.

Keberhasilan proyek percontohan ini akan mampu menjelaskan bahwa asuransi pertanian bisa diberlakukan dalam skala yang lebih luas dan pada tahun-tahun berikutnya sehingga program asuransi pertanian yang menguntungkan bagi petanidapat menyebabkan mereka bisa membayar premi sendiri tanpa subsidi pemerintah.

Asuransi pertanian bertujuan untuk menstabilkan pendapatan petanidengan mengurangi kerugian karena kehilangan hasil, merangsang petanimengadopsi teknologi yang dapat meningkatkan produksi dan efisiensi penggunaan sumber daya, mengurangi risiko yang dihadapi lembaga perkreditan pertanian serta meningkatkan akses petani kepada lembaga tersebut. Peningkatankesejahteraan petani merupakan salah satu target sukses pembangunan pertanian.Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual bagaimana asuransi pertanian dapat berperan sebagai alternatif dalam mengatasi risiko usaha tani demimewujudkan pembangunan pertanian yang berkelanjutan

LEAVE A REPLY