Apa itu SMES?

Ada banyak cerita miring yang berkembang di masyarakat mengatakan asuransi itu
RUSUMALA (Rumit, Susah, Mahal, dan Lama bayar klaimnya)
(buku saku hal. 26-27)

RUMIT

Asuransi biasa dijual dengan kontrak yang tebal berisi berbagai persyaratan dan ketentuan yang harus dipenuhi untuk proses klaim. Yang memperumit proses klaim adalah banyaknya daftar pengecualian terhadap penyebab terjadinya risiko.

SUSAH

Untuk ikut program asuransi, masyarakat biasanya harus datang ke cabang perusahaan Asuransi yang jumlahnya relatif sedikit dibandingkan dengan jumlah cabang bank yang terdekat atau menunggu ada agen asuransi yang datang ke daerahnya.

MAHAL

Premi asuransi biasanya ditentukan melalui proses penilaian terhadap obyek yang akan diasuransikan, sebagai contoh, untuk ikut program jiwa, masyarakat harus diperiksa kesehatan dan riwayat penyakitnya, baru setelahnya premi dapat ditentukan. Biasanya premi asuransi sendiri besarannya mencapai ratusan ribu, dibayarkan setiap bulan selama periode tertentu.

LAMA

Proses pembayaran klaim memerlukan waktu 30 hari setelah semua dokumen lengkap, jadi lama ini bisa juga disebabkan karena dokumennya tidak lengkap saat penyerahan pertama dan juga dikarenakan tidak terlalu memahami prosedur yang benar dalam proses pengajuan pembayaran klaim.
Kini, sebagian masyarakat telah memiliki tabungan atau perlindungan asuransi sebagai dukungan untuk memulihkan kondisi keuangan paska terjadinya suatu risiko atau sesuatu yang buruk menimpa. Namun faktanya, hanya sebagian kecil saja orang yang mampu menyisihkan uang dengan menabung, apalagi membayar premi asuransi yang relatif tidak murah.

Sehingga untuk mengurangi beban masyarakat dan memudahkan masyarakat dalam memperoleh asuransi/perlindungan atas risiko, maka kini telah tersedia produk asuransi yang cocok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia berpenghasilan menengah ke bawah, yang mudah diperoleh dan tidak mahal atau cukup terjangkau yaitu produk ASURANSI MIKRO INDONESIA. ”

Karakteristik Asuransi Mikro Indonesia

Sehingga, jika diringkas Asuransi Mikro adalah cara memindahkan risiko yang cocok dan pas untuk sebagian besar masyarakat Indonesia karena asuransi ini memiliki sifat yang:

  1. TIDAK Rumit
  2. TIDAK Susah
  3. TIDAK Mahal, dan
  4. Masyarakat TIDAK Lama terima santunannya

Atau untuk mudahnya dikenal dengan istilah

“Sederhana, Mudah, Ekonomis dan Segera (SMES)”

booklet30

1. SEDERHANA

Dikatakan sederhana karena bentuk dan jenis santunannya tidak rumit. Tidak memakai polis (kontrak asuransi) panjang dan sulit dipahami. Kontrak asuransi harus memiliki fitur dan proses administrasi yang sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat. Untuk itu, dalam Asuransi Mikro cukup hanya memakai selembar sertifikat (dua halaman bolak balik) seperti halnya voucher isi ulang.

booklet312. MUDAH

Asuransi Mikro bisa didapatkan di banyak tempat tidak harus ke kantor cabang asuransi, karena dapat dibeli di swalayan, kantor pos, outlet pegadaian, kios-kios, minimarket, kantor kepala desa atau tempat lain yang ditentukan baik secara pribadi maupun kelompok. Pada kelompok komunitas seperti koperasi, arisan, komunitas keagamaan, komunitas nelayan, komunitas petani, komunitas peternak, dan lain sebagainya.

booklet32

3. EKONOMIS

Asuransi Mikro dikatakan ekonomis karena iuran yang dibayarkan sangat terjangkau bahkan dapat dikatakan relatif murah karena seharga 4 mangkok mie goreng, 2-3 bungkus rokok atau seharga ketika membeli isi pulsa handphone. Namun, harga produk asuransi mikro berbeda-beda tergantung besar kecilnya santunan dan jenis asuransi yang dibeli. Selain itu kelebihan dari premi asuransi mikro ini adalah pemegang poliscukup hanya dengan sekali bayar dalam satu masa pertanggungan dikarenakan harganya yang sangat terjangkau. Sehingga, tidak perlu membayar secara bertahapseperti halnya jenis asuransi lainnya (bukan asuransi mikro).

booklet334. SEGERA

Segera dalam arti proses pembayaran santunan relatif singkat yaitu tidak lebih dari 10 (sepuluh) hari setelah semua dokumen diterima secara lengkap dan benar oleh perusahaan asuransi. Proses pembayaran santunan harus segera dilakukan setelah terjadinya risiko, jauh lebih cepat dari proses pembayaran asuransi konvensional. Hal ini disebabkan masyarakat berpenghasilan rendah biasanya tidak memiliki tabungan yang cukup dan sangat membutuhkan dana untuk menghadapi dampak keuangan dari musibah yang terjadi